Museum (2016), J-Movie Dengan Misteri Penuh Teka-Teki!

Sakuranime.com – Hari ini Sakuranime akan mengulas sebuah film drama Jepang yang bagus banget, judulnya Museum. Perlu kamu ketahui bahwa film museum ini diadaptasi dari manga yang berjudul sama karangan Ryousuke Tomoe. Sedangkan di Indonesia, Museum didatangkan oleh Moxienotion. Nah Moxienotion sendiri sudah lama membawa film-film Jepang ke Indonesia seperti Death Note Light up the New World dan Terraformas.

Apabila kamu belum tahu, Museum menceritakan tentang sebuah kasus pembunuhan brutal yang setiap tahunnya selalu makan korban terutama saat malam hujan dan dilakukan oleh satu orang yang menggunakan topeng seperti katak. Investagi ini dipimpin oleh detektif bernama Hishashi Sawamura atau Shun Oguri, tapi semakin dia menyelIdiki kasus ini lebih dalam, dia selalu menemukan petunjuk yang menakutkan berhubungan dengan keluarganya.

Story (7,3/10)

Bagi kamu pecinta genre misteri, film ini bisa menjadi salah satu film yang masuk kedalam daftar film yang wajib ditonton pada bulan Maret. Film yang disutradarai oleh Keishi Ohtomo (film live-action Rurouni Kenshin) ini sejak awal cukup membuat penasaran, para penonton dibuat berspekulasi sepanjang film, seperti menerka-nerka siapa orang dibalik topeng katak, maksud dari petunjuk dan kenapa pembunuhan terjadi ketika hujan.

Walaupun berdurasi 132 menit, Museum memiliki cerita yang sempurna, hal itu disebabkan Karena dalam cerita Museum juga dibalut dengan adegan aksi serta drama yang membuat penonton tidak akan merasa bosan.

Effects (7,5/10)

Karena Museum adalah film misteri yang membawa unsur horror, maka efek seperti properti diharapkan dapat membantu jalannya film. Dan itu terbukti sangat membantu dalam film ini, seperti pada beberapa adegan dimana mayat terlihat sangat nyata, juga pemandangan dan tempat yang digunakan untuk setting film cocok dengan cerita.

Characters (7,1/10)

Ini bukan pertama kalinya Keishi Ohtomo dan Shun Oguri berkolaborasi, setelah sukses dengan live-action Rurouni Kenshin, mereka kembali berkolaborasi pada film Museum. Keishi Ohtomo berhasil mengarahkan para aktor yang berperan dengan baik selama film, serta Shun Oguri berhasil memerankan Hisashi Sawamura dengan Baik.

Overoll (7,2/10)

Ketika film selesai, penonton mungkin akan bertanya-tanya dengan penyelesaian dari film Museum. Karena sangat disayangkan, setelah cerita dibangun dengan sangat baik harus diselesaikan dengan cara yang kurang memuaskan. Endingnya masih bagus, namun seharusnya bisa lebih baik, tetapi hal itu tidak mengurangi keseruan film Museum.

Read More! Tag-Riaru Onigokko, Angin Maut Pemotong Segalanya

Itu dia review adari salah satu film drama Jepang terbaik berjudul Museum. Jangan lupa share dan nonton, sampai jumpa di review J-Movie drama lainnya and bye-bye!

Comments

comments