Sakuranime.com – Hai-hai welcome back to Sakuranime. Sudah lama banget mimin nggak buat artikel review dan kali ini mimin kembali ingin ngereview salah satu anime yang rilis di spring 2018 lalu berjudul Hinamatsuri. Mungkin beberapa dari kalian belum nonton anime ini dengan berbagai alasan, mungkin karena “Ah nggak suka komedi” atau “Saya bukan pedofil” dan segala macam, tapi ternyata Hinamatsuri nggak seperti yang kalian kira.

Terus? Seperti apa anime ini? Yuk mari kita bahas anime ini secara mendetail di review kali ini. Tenang saja, semua review dari Sakuranime nggak ada kata SPOILER. Well, berikut ini adalah review anime Hinatmatsuri versi Sakuranime.

Informasi:

Synonyms: Hina Festival
Japanese: ヒナまつり
Tipe: TV
Episode: 12
Status: Selesai
Tanggal rilis: 6 April 2018 – 22 Juni 2018
Musim: Spring 2018
Produser: Media Factory, Magic Capsule, Nippon Columbia, Kadokawa Media House
Lisensi: Funimation
Studio: feel.
Diangkat dari: Manga
Genre: Comedy, Sci-Fi, Seinen, Slice of Life, Supernatural
Durasi: 23 min. per ep.
Rating: PG-13 – Teens 13 or older

Sinopsis:

Seorang Yakuza bernama Nitta tiba-tiba kaget dengan benda aneh kek kapsul besar yang didalamnya ada seorang gadis kecil. Ia tak peduli, dan langsung tidur seperti biasanya. Keesekoan harinya, benda kek kapsul tersebut masih ada dan gadis didalamnya meminta Nitta untuk memencet tombol merah dibelakangnya agar bisa keluar. Gadis ini bernama Hina, gadis kecil yang memiliki kekuatan psikis yang kemudian hidup bersama dengan Nitta.

Cerita: 7.6/10

Dari segi cerita benar-benar kocak. Apa jadinya coba Yakuza yang biasanya jahat tiba-tiba mengasuh anak? Tapi yah sebenarnya Nitta ini Yakuza yang baik, namun tentu saja mengasuh anak bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh seorang Yakuza.

Di sisi lain kamu bisa melihat kocaknya Hina yang selalu saja merepotkan Nitta, sampai-sampai Nitta sempat marah dan mengusirnya, tapi ending anime ini bukan “Bad” yah. Tidak hanya Hina yang menarik di anime ini, tapi kehadiran teman-temannya.

Saya suka dengan kehadiran Anzu yang menjadi seorang gelandangan tapi baik hati, Hitomi seorang gadis rajin yang tak bisa menolak ajakan, dan kehadiran-kehadiran tokoh lainnya. Mungkin kamu berpikir kalau anime ini full komedi, tapi ternyata ada beberapa scene bahkan episode yang bisa membuatmu terharu.

Grafis: 7.8/10

Dari segi grafis rasanya sudah sangat bagus. Jadi ingat dengan salah satu anime romance di musim terdahulu berjudul Just Because, rasanya grafisnya hampir mirip meski beda atmosfernya dan setelah ditelusuri, ternyata kedua anime ini berada di bawah naungan studio yang sama, Feel Studio.

Penggambaran wajah tokohnya benar-benar detail, saya sering ketawa dan kagum ketika melihat wajah-wajah konyol tokoh di anime ini, khususnya saat Hina melawan Anzu, momen itu benar-benar lucu banget XD.

Kagumnya sih ketika tokoh di anime ini berbicara, rasanya gerakan mulut dan suara seiyuu benar-benar sinkron dan hal itu benar-benar poin plus anime ini dari segi grafis. Oh iya, pas episode pertama dan terakhir, akan ada scene pertarungan antara Mao-chan dan pasukan bela diri China yang menurutku benar-benar badass banget, ternyata Feel juga handal dalam adegan fight yah 😀

Karakter: 8.0/10

Menurutku, tokoh dan karakternya adalah kekuatan utama dari anime ini. Unik saja rasanya melihat beragam karakter yang bermacam-macam, apalagi di anime ini kita diperlihatkan dua dunia, yaitu dunia orang dewasa dan dunia remaja.

Selain itu, ada dua dunia lagi nih, yaitu dunia alien dan juga dunia manusia XD. Karakter penting di anime ini seperti Hina adalah gadis yang berasal dari dunia yang berbeda, ia punya kekuatan. Tapi entah mengapa saya pikir setelah episode pertama, kekuatan Hina malah jadi terpendam dan fokus pada kehidupan sehari-hari.

Yah saya ngerti sih, soalnya Hina tak mau merepotkan Nitta jika kekuatannya diketahui banyak orang. Nah mari kenalan dengan karakter-karakter penting di Hinamatsuri di bawah ini:

#1. Hina

Gadis yang punya kekuatan yang maha dahsyat. Dikatakan dalam cerita, ia sangat berbahaya makanya diasingkan ke bumi. Hina ini sangat pemalas, ia tak bisa hidup sendiri dan selalu bergantung pada Nitta. Tapi ia adalah gadis yang baik, ia ingin membalas perlakukan baik Nitta tapi apa daya, Hina terlalu polos :3

#2. Yoshifumi Nitta

Yakuza yang setia pada kelompoknya. Seperti Yakuza lainnya, ia juga suka bersenang-senang dengan wanita, menghamburkan uang, minum di bar, dan lainnya. Tapi dia adalah pria yang baik, bahkan ia rela merawat Hina yang repotnya bikin ampun, yah meski di lubuk hati yang paling dalam, saya yakin dia sangat ingin Hina pergi dari hidupnya XD

#3. Anzu

Gadis yang berasal dari dunia lain, sama seperti Hina, ia juga punya kekuatan psikis. Dia ini gadis Tsundere guys dengan ciri khas gadis Tsundere di dunia anime lainnya yaitu rambut twintail (Atau apalah namanya). Beda dengan Hina, ia adalah gadis priang yang baik hati, tahu terima kasih, dan pekerja keras. Di sepanjang cerita, bagian Anzu lah yang sering membuat saya terharu :’( apalagi mengingat perjuangan yang berawal dari gelandangan.

#4. Mishima Hitomi

Gadis yang rajin di sekolah Hina. Ia berteman dengan Hina di hari pertama Hina masuk sekolah dan sering terlibat masalah dengannya, sampai-sampai ia harus menjadi Bartender di usianya yang masih anak SMP. Ia ini gadis yang cepat dewasanya, di usianya sekarang ia sudah menjalin hubungan dengan perusahan Raksasa di Jepang. Yah mungkin dia punya bakat di bidang bisnis XD

#5. Utako

Bartender di tempat Nitta sering minum bir, ia juga salah satu pelaku utama kenapa Hitomi terpaksa jadi Bartender. Utaku ini orang dewasa, tapi tingkahnya kadang nakal kek anak kecil. Ia ini target dari Nitta karena Nitta suka dengan Utako, buat yang penasaran kisah cinta mereka, silahkan ditonton XD

#6. Mao

Di musim pertamanya, Mao tidak terlalu diperlihatkan. Sama dengan Hina dan Anzu, ia juga dari dunia lain dan memiliki kekuatan. Sepertinya ia teman baik Hina dan Anzu ketika di dunia mereka. Mao ini gadis yang setia kawan, mulai dari dirinya terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni sampai dirinya tiba di daratan China, hanya demi mencari Hina dan Anzu.

Soundtrack: 7.3/10

Untuk opening sih cukup bagus. Judulnya “Distance” yang dinyanyikan oleh Rie Murakawa, suaranya bagus banget bro. Untuk endingnya sih ada dua, “Sake to Ikura to 893 to Musume” oleh Yoshiki Nakajima (Pengisi suara Nitta) dan “Shashinchou” oleh Yoko Ishida (Episode 6).

Nah di episode 6 ini endingnya slow, cocok dengan ceritanya yang menceritakan Anzu yang mengharukan. Sedangkan untuk insert songnya sih sepertinya tidak ada yang terlalu istimewa bagi saya, setidaknya sebagai pengiring penonton menikmati cerita, lagunya sudah bagus banget.

Keseluruhan: 8.0/10

Menurutku, anime ini membawakan dua genre yang bertentangan, yaitu comedy dan drama, tapi lebih dominan comedy. Menonton anime ini membuat kamu bisa ketawa dan juga menangis terharu, sungguh perpaduan yang unik banget. Selain sering mendengar “A ittai!” hampir di setiap episode, kamu juga bisa merasakan kehidupan “Ayah dan anak” yang unik pada diri Nitta dan Hina. Sayangnya untuk ending rasanya masih ngengantung, kita tunggu yah kelanjutannya 🙂

Video Trailer:

Read More! Review Karakai Jouzu no Takagi-san, Jangan Bully Aku Takagi-san!

Sekian untuk review kali ini, semoga dengan adanya review-review di Sakuranime bisa membantu kamu dalam mencari anime yang bagus untuk ditonton. Baca juga review yang lain dan sampai jumpa di review anime keren yang akan datang yah minna-san.